Selasa, 30 Juni 2009

Apkomindo dan Komputer Bekas

Beberapa Project Kemarin (dikantor lamaku) yang telah berhasil mengirimkan ribuan komputer bekas ke berbagai sekolah di daerah daerah, dan berkat kerjasama juga dengan microsoft, sekolah tersebut dapat menggunakan sistem operasi dan office yang legal, cara ini juga berdampak positif untuk mengajarkan anak anak bangsa ini untuk tidak menggunakan software bajakan, namun disini terdapat kontra, antara Apkomindo dengan pihak pengimpor pc pc bekas, kenapa demikian ?

Ini semua dimulai dari sini ( dikutip dari detik.com ) :

Dengan adanya Project Yang di kembangkan oleh Indonesia yang disebut dengan One School One Computer Lab (OSOL) selama 10 tahun ke depan. mengatakan dalam 10 tahun ke depan akan diadakan 5 juta unit komputer untuk dibagi-bagikan ke kurang lebih 250 ribu sekolah-sekolah di Indonesia.

Dengan adanya proyeksi semacam ini, mungkin ini akan mengundang pro dan kontra, itu biasa, namun kalau kita lihat, mampukah Indonesia Memproduksi 5 Juta Unit Komputer ? Walaupun bertahap ? Dengan harga murah ? mungkin kita semua bisa jawab sendiri.

yang perlu kita ketahui disini adalah apakah efek negatifnya jika kita mengimpor komputer bekas dalam jumlah yang banyak ?

Berikut Kutipan Apkomindo (detik.com)

impor komputer bekas berpotensi menambah limbah elektronik di Indonesia.

Menurutku ini alasan yang tidak masuk akal sama sekali ? kenapa tidak ? mungkin aku ngga tau soal soal limbah, akan tetapi bukankan hanya itu cara yang lebih baik untuk memajukan masyarakat ini dengan memberikan yang terbaik untuk pendidikan ? Sehingga alasan diatas menjadi semakin tidak masuk akal

Jalan alternatif yang berikan Apkomindo adalah dengan mendukung dan mengupayakan komputer murah untuk OSOL. Harapannya bisa Rp 2 juta per unit.
menawarkan solusi menggunakan komputer refurbished lokal. “PC layak pakai, bekas.

Masalah Yang timbul disini jelas sekali, di indonesia kita tidak bisa bersaing harga, masalahnya pc bekas Impor tsb seharga 800rb dengan spesifikasi pentium II-III, ram 64mb-128mb, hdd 4GB-10GB, Soundcard, Nic, Cd Rom, Monitor + Software Original. dan jika kita menggunakan PC Refurbished ? aku juga tidak yakin bisa mencapai 5 Juta unit ? sementara pebisnis yang menjual PC PC Refurbished bukanya mereka juga mengimpor dari luar ?

Sehingga, Patutkah kita melarang Impor PC Bekas ?

Park Ji_sung,calon pengukir sejarah asia

Park-Ji-Sung

Satu hal yang pasti dinanti-nanti publik sepakbola Asia adalah apakah Sir Alex Ferguson akan memainkan Park Ji-sung sebagai pemain inti atau tidak? Setahun silam, pemain Korea Selatan itu diharapkan telah mengukir sejarah baru sebagai pemain Asia pertama yang tampil di final Liga Champion Eropa. Ternyata Fergie sama sekali tidak menurunkannya, saat MU menjadi juara mengalahkan Chelsea. Di semifinal kedua kemarin, Park tampil cemerlang ketika diturunkan penuh, bahkan mencetak gol pembuka bagi MU. Semoga di final mendatang, sang pelatih akan kembali memercayainya sebagai starter dan bisa menjadi kebanggaan tersendiri bagi publik Asia.

KOMPUTER BEKAS

komputer bekas Salah satu divisi dikantor saya meminta saya untuk membuat rekomendasi peremajaan komputer yang sudah “tua”. Total komputer yang minta untuk diganti baru ada 4. Setelah mendapat pesanan tersebut, saya langsung berpikir, “Tar mau diapakan 4 PC yang sebetulnya masih bisa dipake?”

Keempat PC tersebut sebetulnya memiliki spesifikasi yang masih cukup lumayan. Prosesor Pentium 4 + memory: 256 MB. Dengan sedikit biaya menambahkan memory, saya bisa menjadikan komputer-komputer tersebut bisa layak pakai lagi. Tapi apa boleh dikata, implementasi ERP yang baru meminta spesifikasi komputer mesti yang handal. Karena selain menjalankan ERP, saya berencana akan mengimplementasikan Windows 2008 Active Directory Networking + Outlook 2007 untuk kolaborasi kerja.

Lalu saya bertanya kepada beberapa teman via Yahoo Messangger, enaknya mesti diapain komputer yang bakal masuk gudang. Ada yang bilang: Lelang. Ada yang bilang: Lu beli aja tuh komputer trus lu bikin warnet aja sendiri. Ada juga yang bilang: instal linux aja. Tapi kalau sudah diinstal linux, mau diapakan?

Lalu saya bertanya kepada google, dan saya mendapatkan artikel ataupun blog yang menyarankan untuk disumbangkan ke sekolah-sekolah yang membutuhkan. Disini saya terketuk. Apakah saya bisa melaksanakan tugas mulia ini? Keinginan untuk menjadi filantropis langsung muncul. Mungkin langkah pertama, saya harus memikirkan isi email yang harus saya buat kepada direktur untuk melancarkan gerakan mulia ini. Setelah itu, saya harus bersiap-siap menerima jawaban iya/tidak. Kalau tidak, saya harus mencari alternatif lain. Mungkin saya akan membuat warnet khusus karyawan karena dikantor saya, banyak supir truk yang tidak mendapatkan kesempatan untuk mengakses internet. Mungkin dengan kesempatan berinternet ria, login ke facebook, supir truk dikantor saya bisa bertemu dengan kawan lama dan taraf hidupnya bisa langsung meningkat kalau kalau diajak kerja ditempat yang lebih menguntungkan, hehehe…

Akhir kata, kalau anda jadi saya, apa yang akan anda lakukan terhadap komputer-komputer yang masih layak pakai tapi terpaksa harus masuk gudang?